Minggu, 13 Juni 2021

MAN 5 TANGERANG



 Penyalahgunaan Gawai: Game Online dan Tik Tok, Perampas Hak Siswa

Oleh: Desti Amaliah Al Hawari dan Gustian Munaf, S. Pd.



 

Perkembangan Teknologi

Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih dan menciptakan produk-produk baru untuk mempermudah aktivitas masyarakat. Produk teknologi yang banyak dimiliki oleh masyarakat adalah smartphone (gawai). Gawai merupakan sebuah inovasi dari teknologi terbaru dengan kemampuan yang lebih baik dan fitur terbaru yang memiliki tujuan maupun fungsi lebih praktis dan juga lebih berguna.

Pandemi Covid-19 menyebabkan adanya perubahan-perubahan besar hampir di seluruh aspek kehidupan, salah satunya pada sistem pendidikan. Perubahan sistem pendidikan menyebabkan para siswa menjadi sulit untuk menerima materi dikarenakan pembelajaran yang biasanya dilakukan secara konvensional berubah menjadi pembelajaran jarak jauh atau dilakukan secara daring yang pelaksanaannya tidak dapat terlepas dari pemanfaatan teknologi informasi.

Dalam pelaksanaannya pembelajaran daring tentunya tidak dapat terlepas dari peran teknologi. Teknologi dapat mempermudah segala kebutuhan dalam proses belajar mengajar. Sejalan dengan pendapat Tounder et. al (dalam Selwyn, 2011) yang mengatakan bahwa tenologi digital dalam lembaga pendidikan sebagai sarana pendukung dalam pembelajaran, baik sebagai sarana dalam mengakses informasi sumber belajar ataupun sebagai sarana penunjang kegiatan belajar dan berkaitan dengan tugas. Seiring dengan perkembangan zaman teknologi semakin berkembang, saat ini banyak platform yang dapat membantu pelaksaan pembelajaran daring seprti e-learing, Google Clasroom, Edmodo, Moodle, Rumah belajar, bahkan platform dalam bentuk video conferen, dan lain sebagainya.

Penggunaan gawai oleh siswa menjadi suatu tuntutan pokok untuk menunjang pembelajaran yang dilakukan dari rumah yang kemudian digunakan untuk mengakses platform pendukung pembelajaran. Mereka cenderung memilih semua yang berbau digital untuk diaplikasikan dalam kehidupannya. Demikian pula dengan media sosial diantaranya untuk berbagi pesan dengan banyak pengguna media sosial itu sendiri, yaitu berupa berita (informasi), gambar (foto), dan juga tautan video (Susilowati, 2018). Tentunya gawai ini sangat bermanfaat sebagai alat pendukung saat belajar jarak jauh, yakni:

  1. Memudahkan untuk berinteraksi dengan orang banyak lewat media sosial. Sehinggamemudahkan untuk saling berkomunikasi dengan orang baru dan memperbanyak teman (Harfiyanto, dkk, 2015).
  2. Mempersingkat jarak dan waktu. Karena dalam era perkembangan gawai yang canggih didalamnya terdapat media sosial seperti sekarang ini (Harfiyanto, dkk, 2015). 
  3. Kita bisa menambah wawasan dari media-media yang tertera.
  4. Kita bisa menghasilkan uang dari media-media tertentu.

 

Penyalahgunaan Produk Teknologi

Salah satu dari produk teknologi informasi yang sangat berpengaruh bagi siswa untuk mendapatkan informasi yaitu internet. Internet menyediakan banyak sekali hiburan yang ditawarkan, salah satunya seperti game online. Menurut Adams dan Rollings (dalam Pratama, 2017 : 9), game online adalah permainan yang dapat diakses oleh banyak pemain, dimana mesin-mesin yang digunakan pemain dihubungkan oleh jaringan internet. Game online memiliki dampak positif tidak hanya meningkatkan keterampilan fisik, tetapi juga kemampuan intelektual dan fantasi pada siswa. Akan tetapi, game online ini menjadi suatu alat perampas hak siswa untuk mendapatkan pendidikan. Hal itulah akibanya muncul beberapa dampak negatif dari game online untuk siswa, yaitu akan terbengkalainya kegiatan atau pekerjaan rumah, menggunakan waktu luang untuk bermain dan menurunnya motivasi belajar. Dalam sudut pandang sosiologi, jika siswa sudah kecanduan pada game online, maka cenderung akan memiliki sifat egosentris dan akan mengedepankan sifat individualisnya.

Produk perkembangan teknologi berikutnya, ialah aplikasi Tik Tok. Aplikasi ini merupakan salah satu media sosial yang banyak digunakan siswa saat ini. Aplikasi Tik Tok adalah media yang berupa audio visual, media ini sebuah aplikasi yang dapat dilihat juga dapat didengar. Aplikasi Tik Tok merupakan sebuah jaringan sosial dan platform video musik Tiongkok yang diluncurkan pada September 2016 (Susilowati, 2018).  Media ini berupa video dan foto yang di buat dengan disandingkan berbagai musik. Media ini adalah sebuah media yang menyebarluaskan berbagai kreatifitas dan keunikan setiap penggunanya. Media social tik tok ini merupakan media social yang memberikan efek special yang unik dan menarik yang bisa digunakan oleh para pengguna nya. Media sosial ini dapat membuat pengguna (peserta didik) merasa senang, karena video-video yang mereka buat dengan berbagai musik. Dengan menggunakan media tersebut setiap penggunanya pun tidak bisa hanya sekali dua kali karena begitu senang nya mereka menggunakan media sosial tik tok. Oleh karenanya aplikasi Tik Tok ini juga memiliki manfaat tersendiri bagi kalangan orang tertentu seperti mengasah kreatifitas anak dalam pembuatan video pendek. Akan tetapi, banyak dampak negatif yang muncul dalam penggunaa aplikasi Tik Tok bagi kalangan remaja, dan anak. Kehadiran aplikasi tik tok ini membawa dampak besar bagi perkembangan karakter anak dimulai anak yang tidak lagi jujur baik itu dari segi perkataan yaitu apakah mereka membuat video tik tok ataupun dari segi perbuatannya, tidak menghormati orang lain yaitu contohnya sering mengejek teman, dan bertingkah yang tidak sesuai aturan yaitu contohnya mereka sering berjoget sendiri tanpa dikendalikan.

 

Motivasi Belajar Rendah: Hak Siswa Hilang

Konsentrasi belajar dipengaruhi banyak faktor, diantaranya adalah kemajuan telnologi informasi, seperti permainan game online dan media sosial Tik Tok di internet. Dimana apabila siswa sudah kecanduan bermain game online dan media sosial Tik Tok, maka siswa akan lupa untuk belajar dan saat mengikuti proses belajar mengajar tidak akan konsentrasi. Apabila dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar tidak konsentrasi maka hasil belajar tidak akan optimal. Begitu juga pada rekan-rekan siswa terdekat, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, terlihat sebagian siswa kurang konsentrasi belajar dan sebagian siswa sering bermain game online dan media sosial Tik Tok. Siswa yang bermain game online dan media sosial Tik Tok secara berlebihan mengakibatkan konsentrasi belajarnya menurun.

Dengan menurunnya konsentrasi belajar, tentunya menurun pula motivasi belajar yang ada pada setiap individu siswa, artinya hak mendapatkan pendidikan setiap siswa akan semakin berkurang bahkan sama sekali tidak mendapatkan hak tersebut. Ironisnya, justru merekalah para siswa yang semata-mata merampas haknya sendiri sebagai akibat dari rendahnya konsentrasi dan motivasi belajar. Kaitannya dengan belajar, motivasi sangat erat hubungannya dengan kebutuhan aktualisasi diri sehingga motivasi paling besar pengaruhnya pada kegiatan belajar yang bertujuan untuk mencapai prestasi tinggi.

Kesadaran yang kurang terhadap motivasi belajar dalam diri siswa, maka akan menimbulkan rasa malas untuk belajar, baik dalam mengikuti proses belajar mengajar maupun mengerjakan tugas-tugas individu dari guru. Sebaliknya, siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar maka akan timbul minat yang besar dalam mengerjakan tugas, membangun sikap dan kebiasaan belajar yang sehat melalui penyusunan jadwal belajar dan melaksanakannya dengan tekun.

Ada beberapa faktor penyebab kurangnya motivasi belajar, yaitu siswa tidak memiliki cita-cita yang jelas, siswa tidak percaya diri dengan potensi yang dimiliki. Adapun faktor lain di luar pribadi siswa, yakni harapan orang tua yang terlalu tinggi atau rendah. Setiap orang tua pasti punya harapan kepada anak-anaknya. Bila harapan orang tua terlalu tinggi maka akan menjadi beban berat untuk anaknya. Akhirnya si anak akan merasa terbebani dengan target dari orang tuanya. Tidak sedikit anak-anak yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tinggi meskipun dengan cara yang tidak baik. Sama halnya ketika orang tua menaruh harapan yang terlalu rendah, maka yang terjadi adalah keabaian siswa terhadap pembelajaran dan menurunnya konsentrasi serta motivasi belajar siswa. Akibat dari hal tersebut, siswa cenderung menggunakan gawai dengan salah penerapan. Penyebab lain kurangnya konsentrasi belajar, yaitu motivasi siswa yang akan menentukan prestasi. Ketika seseorang belajar dengan sungguh-sungguh maka dia akan memperoleh hasil yang baik. Tanpa motivasi, jiwa dan raga tidak akan bergerak untuk berbuat. Belajar akan menjadi beban dan hanya sekedar menggugurkan kewajiban.

Dalam perspektif  meningkatkan konsentrasi belajar dan mengurangi penyalahgunaan gawai oleh siswa, ada beberapa solusi yang bisa diterapkan dalam setiap pribadi siswa, yaitu

  1. Memperbanyak sosialisai dengan teman dan orang-orang terdekat.
  2. Mematikan gawai 30 menit sebelum tidur.
  3. Menghapus beberapa aplikasi yang membuat kamu kecanduan.
  4. Memberikan batasan waktu untuk menggunakan gawai.
  5. Gawai diganti dengan buku-buku.
  6. Menyimpan gawai di dalam tas saat sedang berpergian/usahakan tidak bermain gawai saat berpergian.
  7. Mengetahui/memahami dampak dari kecanduan bermain gawai.

 

Simpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa semua kalangan siswa di Indonesia maupun dunia menggunakan gawai sebagai salah satu kebutuhan primer. Kebiasaan buruk pada siswa dalam kecanduan gawai berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Kecanduan game online dan Tik Tok lebih banyak berdampak negatif bagi motivasi belajar para siswa. Seorang siswa yang sudah kecanduan game online dan Tik Tok akan mempengaruhi motivasi dalam belajarnya dan jika motivasi belajarnya terganggu maka akan mempengaruhi pula prestasi belajarnya. Seseorang yang sudah kecanduan game online dan Tik Tok membutuhkan penanganan dan pembinaan khusus dari orang tua, guru, rekan belajar/sepermainan, dan edukasi positif untuk mengembalikan hak setiap siswa yang harus didapatkan, yakni pendidikan. Dukungan untuk mengubah kebiasaan buruk kecanduan gawai bagi siswa ini, yaitu dari diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar. Beberapa pemangku kepentingan harus bekerjasama dengan pihak sekolah mengadakan penyuluhan tentang bahaya kecanduan gawai apabila kebiasaan buruk ini tidak di berhentikan maka akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun kemajuan bangsa Indonesia.



BIOGRAFI PENULIS

 

Desti Amaliah Al Hawari, lahir di Tangerang pada 24 Desember 2004. Tinggal di Jalan Miftahul Zannah, Kampung Cileles, Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat ini sedang menempuh pendidikan di MAN 5 Tangerang kelas X MIPA 1. Konsentrasi pada kegiatan belajar, baik di sekolah maupun di rumah saat belajar jarak jauh menjadi suatu tekad dan ikhtiar terbaik untuk menggapai suatu prestasi dan cita-cita. Sebagai motivasi dalam hidup, yaitu Diamku Lebih Berarti dari pada Kata-kata yang Tak Bermakna. Sebuah motto hidup yang membangun suatu attitude demi kelangsungan upaya baik yang sedang diikhtiarkan.

  

Gustian Munaf, lahir di Kebumen, 16 Agustus 1988 tepatnya di Desa Ayamputih, Buluspesantren, Kebumen. Menamatkan pendidikan di SD N 2 Ayamputih tahun 2001, SMP N 4 Kebumen tahun 2004, SMA N 1 Buluspesantren tahun 2007, dan Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) tahun 2011. Pada tahun 2019 melanjutkan Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Jakarta pada Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI). Saat ini, sedang mengabdikan diri di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Kabupaten  Tangerang sebagai ASN CPNS di MAN 5 Tangerang sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia. Motto hidup yang sangat melekat sebagai upaya memotivasi diri, yaitu Semangat Belajar, Berbagi, dan Jujur untuk Menuju Sukses.

Kamis, 31 Desember 2020

Interpretasi Ambigu dari Film Satu Suro

Oleh Gustian Munaf

Dalam tradisi Jawa, malam Tahun Baru Islam dikenal dengan malam satu suro. Istilah itu muncul sebagai edukasi masyarakat untuk mengenal nama bulan Islam dengan menyesuaikan istilah penamaan pada kearifan budaya lokal. Kegiatan di dalam satu suro juga sangat baik, syarat dengan nuansa peringatan keagamaan. Penyematan ritual keagamaan yang terdapat di dalamnya sebagai upaya pendekatan ajaran agama agar mudah diterima masyarakat. Sebagai budaya pun beguna untuk memodifikasi kegiatan keagamaan agar tak berkesan monoton. Namun, pemahaman masyarakat sangat beragam, hal itu hanya dipandang dari satu sudut pandang, yakni unsur klenik budaya yang disematkan. Sementara itu, banyak pandangan masyarakat yang luntur terkait nilai keagamaan yang terkandungnya sehingga satu suro selama ini terkesa malam yang dikenal sakral dan penuh aura mistis.

Ada penyimpangan Interpretasi dari Film Satu Suro. Film Satu Suro memberi paradigma pada kaum muslim tentang malam keramat yang berkesan mistis dan angker. Malam itu adalah malam awal tahun baru Islam, malam 1 Muharram. Malam itu adalah awal bulan yang disucikan. Hari dimana pada bulan Muharram terjadi beberapa peristiwa, yakni:
  1. Terjadinya penyelamatan Nabi Musa AS dan kaum Bani Israil dari kejaran raja Firaun, dalam peristiwa tersebut, Firaun dan keluarganya mati tenggelam di laut Merah.
  2. Allah menjadikan langit dan bumi.
  3. Allah menciptakan Adam AS dan Siti Hawa.
  4. Allah menjadikan syurga.
  5. Allah menerima taubat nabi Adam AS dan memasukkannya ke surga.
  6. Hari di mana Allah menyelamatkan Nabi Nuh AS diselamatkan dari bahtera setelah bumi tenggelam selama enam bulan dan merupakan hari di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api yang sengaja digunakan untuk membakar dirinya oleh raja Namrud.
  7. Hari di mana Nabi Musa menerima wahyu dari Allah SWT berupa kitab Taurat.
  8. Hari di mana Allah telah membebaskan Nabi Yusuf AS dari penjara
  9. Hari di mana Allah SWT telah memulihkan penglihatan Nabi Yakub AS dari kebutaan.
  10. Hari di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Yunus AS dari dalam perut ikan setelah terkurung selama 40 hari 40 malam.
  11. Hari di mana Allah SWT mengaruniakan kerajaan yang besar bagi Nabi Sulaiman AS.
  12. Hari dimana Allah SWT menciptakan alam dan pertama kali menurunkan hujan

Umat muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan-amalan di bulan Muharram tersebut. Malam yang dianjurkan untuk memperpanjang ibadah kepada Allah.

Sebagai akulturasi budaya lokal, kegiatan keagamaan dan religi dicampuri dengan sesuatu yang gaib, bernuansa ritual, dan pengeramatan. Seperti budaya lokal yang menyajikan kegiatan keagamaan dengan persembahan sesaji, larung kepala kerbau, mencuci keris bertuah, dan lain sebagainya, itu hanya kebetulan yang melekat pada cara pandang masyarakat terhadap percampuran peringatan keagamaan dengan budaya lokal. Percampuran inilah yang menyebabkan berbagai tanggapan bahwa malam satu suro dan bulan suro dianggap sebagai malam yang keramat dan "menyeramkan". Padahal kalau kita pelajari awal mulanya, ini merupakan kegiatan agama yang penuh dengan anjuran untuk memperbanyak amalan dan bentuk ibadah lain sesuai hukum Islam. Namun, yang terjadi di beberapa daerah kegiatan tersebut diasimilasikan dengan kebiasaan-kebiasaan budaya terdahulu yang membuat kesan bahwa malam satu suro merupakan malam yang "mistis". 

Sementara korelasi dengan film Satu Suro, film ini menyajikan beberapa peristiwa menyeramkan sehingga pesan yang diterima oleh penikmat film adalah di luar yang disyariatkan oleh ajaran Islam itu sendiri. Judul film Satu Suro merupakan suatu unsur semiotika yang bukan sekadar susunan dua kata. Judul tersebut menggiring masyarakat untuk lebih jauh dalam penyimpangan pemahaman sesungguhnya. Baru mendengar judulnya saja banyak dari masyarakat mengatakan "seram, angker, mistis" diperparah dengan asumsi kata "film setan" dan diperkuat lagi dengan alur dan latar cerita yang menekankan pada keyakinan masyarakat semakin terjerumus. Melalui judul dan peristiwa menyeramkan yang diangkat dalam film tersebut, sangat meyakinkan pembelokan makna religi yang terkandung di dalamnya. Secara semiotika, nama judul Satu Suro merupakan suatu tanda sampai sesuatu tanda itu dapat diinterpretasikan. Bukan sekadar hubungan sesuatu dengan penamaan saja, tetapi lebih pada ke suatu hubungan antara konsep dan penanda yang kemudian lahir suatu makna, baik tersurat maupun tersurat.

Sangat mengharapkan ada film yang mengedukasi masyarakat untuk mengubah kebiasaan anggapan bahwa satu suro itu malam syarat kemistisan. Sangat disarankan pula ada film yang dapat meluruskan cara pandang masyarakat agar berkiblat pada esensi malam satu suro yang didasari dari malam 1 Muharram beserta akidah yang menyertainya.

Besar harapan, perlu adanya tatanan edukasi publik secara masal yang dapat memperbaiki cara pandang yang perlu diluruskan, dan hal semacam inilah yang seharusnya dibenahi oleh pihak-pihak terkait agar tidak ada penyimpangan interpretasi yang majemuk. 

Lalu, bagaimana caranya meluruskan judul film Satu Suro tidak diasumsikan film "setan"?

Bagaimana caranya mengubah pemahaman masyarakat melalui judul tersebut menjadi sebuah film bernuansa religi?

Hal terpenting, bagaimana mengubah mindset masyarakat tentang satu suro menjadi malam 1 Muharram yang penuh dengan kemuliaan?

Perlu diingat bahwa satu suro berasal dari satu Muharram, dalam kegiatannya pun masyarakat Jawa mengisinya dengan kegiatan keagamaan, di luar interpretasi lain. Namun, ada beberapa pihak yang sengaja atau tidak justru memperkeruh kesan satu suro menjadi bulan yang syarat dengan aura mistis.

Demikian yang dapat saya tuliskan kali ini, semoga bermanfaat. Mohon kiranya koreksi jika banyak kesalahan yang termuat dalam untaian kalimat di atas. 

Jumat, 06 November 2020

Sajak Perjuangan

Aku Gustian, inilah aku dan sajak perjuanganku. Aku terlahir dua bersaudara, Puti nama adikku yang kini mendampingi Tuan Fuad sebagai Kepala Desa di Magelang. Kami lahir dari keluarga kecil yang sederhana di sebuah kampung terpencil di pantai Selatan Kota Kebumen, 32 tahun silam. Lahirlah subjek tentang aku dan tentang kata kerja. Aku sering melawan asa saat siapa saja berupaya pasifkanku. Namun, di otakku lahirlah ide terkuat dalam mengikhtiarkan suatu objek, terlepas dari esensi keterangan yang menimbulkan interpretasi lain. 

Aku menamatkan diri dari pendidikan SD N 2 Ayamputih, SMP N 4 Kebumen, SMA N 1 Buluspesantren, terakhir UMP Purworejo. Semua berkat doa dan perjuangan Bapak dan Ibuku tercinta. Kisah perjuanganku sungguh berwarna, dari cerita menjadi seorang kuli bangunan di Bekasi dan Jakarta, penjual kompor keliling di Purworejo, sampai juru masak penjaja trotoar di Tangerang dan lebih dari satu windu aku dididik dan menempa ilmu di suatu lembaga pendidikan, Yayasan Hang Tuah Jakarta induk berkarierku dengan segala arahannya. Hingga pada saat ini, aku sedang menempuh pendidikan pascasarjana di Jakarta dan tengah mengupayakan untuk mengawali keseharianku sebagai abdi negara di  Provinsi Banten. 

Jejak liku-liku itu menjadi sinopsis dalam jiwaku yang terangkai di dalam kalbu bersama sahabat terinduku. Itulah sajak perjuanganku, hal termurah dalam berekreasi, bagiku adalah menulis sebuah puisi. Motivasi terbaik dalam hidupku, yaitu Semangat Belajar, Berbagi, dan Jujur untuk Menuju Sukses.




Selasa, 27 Oktober 2020

Memaknai Sumpah Pemuda: Bersatu Bangkit

Bersatu Bangkit

Oleh: Gustian Munaf

 

Jika pemuda menjelma menjadi sumpah

Maka, dadaku sumpahkan pada bangsa

Tetesan darah kucucurkan secercah

Melanjutkan tongkat perjuangan pemuda

 

Wahai para pemuda, bangkit dan bersatulah

Sumpah sucimu lantang berkobar

Berkumpul berhasrat bersama bercampur rasa

Tangguh menjadi kuat dalam jejaki waktu

 

Aku pemuda bangsa Indonesia

Darahku membara bermesra dengan merah

Tulangku menyambung berhasrat dengan putih

Pekik ini bertekad merebut barisan terdepan

Menuju pemuda bangkit untuk bersatu

 

Mari bersama membangkitkan semangat

Aku, kamu, dan ia adalah sumirat

Meretas rasa ego yang carut

Jadikan aku dan pemuda lain abadi dalam jiwa

 

Menjunjung riwayat tersemat jadikan tonggak

Menjunjung etika dalam perhimpunan

Dengan cinta dan budi untuk negeri

 

Bangkit dan kembali serukan suara-suara hati

Bangkit dan kembali hidupkan mimpi-mimpi

Maknai Sumpah Pemuda dengan hakiki

Bersatu dalam kumandang Indonesia Raya

 

                                            Jakarta, 28 Oktober 2020 

Terima kasih: Hilang Pekan Berlalu

Terima kasih: 
Hilang Pekan Berlalu

Oleh: Gustian Munaf

 

Seiring subjek terbaikku, kamu memaksa kepentingan. Aku hanya mendeskripsikanmu tentang sepenggal subjek yang tersingkir. Aku kira kamu mengerti bahwa kali ini kamu sedang bermain dengan manusia. Bahkan, acapkali aku berpesan kepada terima kasih atas tujuh hari dalam seminggu.


Aku telah siap atas hilang pekan lalu, saat kamu sibukkan namaku dalam seminggu. Dalam kepentinganmu saat kamu mengambing hitamkan sebuah kesibukan dan kepentingan sebagai alasan tak acuhmu.

 

Orang sejenis kamu adalah biang traumatis penolakan. Pengakuan ego tertinggi disembah layaknya kacung. Aku mengerti tentang itu dan niatmu, aku hanya subjek yang kamu pasifkan. Semudah itulah kamu menempatkanku dalam luka yang tersembunyi. Hingga akhirnya aku harus menyiksa sunyi. Sunyi pembangkit intuisi rindu kepadamu, aku suka itu, menikmati waktu: waktu dulu. Saat proses argumentasi dengan waktu, saat itu pula retorika maniak panggung. 

 

Cari dan sembunyi, hanyalah sebuah konseptual sejarah yang tersisa dan sesekali terlintas. Sejarah terkuak dalam ingat, tak melekat utuh dalam realitas. Menghantamku dengan sebuah tanya, berapa kali aku paksakan untuk tidak merasakan seperti manusia?


Jakarta, 27 Oktober 2020

 

Jumat, 23 Oktober 2020

Teori Pembelajaran

Tanggapan Tentang Teori Pembelajaran
Oleh: Gustian Munaf



Apakah yang Anda pahami tentang teori pembelajaran? 

Menurut saya, teori pembelajaran merupakan penerapan prinsip-prinsip teori belajar, teori tingkah laku, dan prinsip-prinsip pembelajaran dalam usaha mencapai tujuan belajar. Teori pembelajaran juga merupakan suatu kumpulan prinsip-prinsip yang terintegrasi dan yang memberikan preskripsi untuk mengatur situasi atau lingkungan belajar sedemikian rupa sehingga dapat membantu siswa mencapai tujuan belajarnya dengan mudah. Teori ini membicarakan tentang prinsip-prinsip yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis di dalam pembelajaran, dan bagaimana menangani situasi praktis yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari. Teori pembelajaran juga melibatkan berbagai teori dan memberikan arahan dalam pemilihan metode pembelajaran untuk menyiapkan suatu proses pembelajaran yang akan dihadapi. Melalui pengetahuan dan penerapan teori pembelajaran ini memberikan arahan dalam pemilihan metode pembelajaran sebagai dasar pengembangan teori pembelajaran untuk membantu guru dalam mengelola proses pembelajaran. 


Mengapa guru perlu memahami tentang teori pembelajaran? 

Guru perlu memahami tentang teori pelajaran, karena manfaat teori pembelajaran bagi guru dapat membantu guru untuk memahami bagaimana siswa belajar serta menjadi panduan guru untuk mengelola kelas. Guru dapat melakukan proses belajar lebih efektif, efisien, dan produktif. Dalam hal ini, peran guru dapat merancang dan merencanakan proses pembelajarannya. Membantu guru untuk mengevaluasi proses, perilaku guru sendiri serta hasil belajar siswa yang telah dicapai. Terakhir, guru dapat memberikan dukungan dan bantuan kepada siswa sehingga akan menjadi bahan acuan untuk mencapai prestasi maksimal. Melalui teori pembelajaran yang diterakan, maka ini dapat menjadi solusi bagi guru dalam menghadapi persoalan dalam pembelajaran. Dengan adanya teori pembelajaran, guru dapat memanfaatkan hal-hal baik secara professional dalam merumuskan tujuan pembelajaran yang sesuai dan tepat, memberikan bimbingan, memberikan motivasi, berinteraksi dengan siswa secara tepat demi tercapainya suatu rangkaian kegiatan belajar dengan optimal dan berintegritas. Dalam penerapannya, guru dapat mengimplementasikan dari berbagai macam teori pembelajaran, misalnya teori behavioristik dalam pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar dan karakteristik siswa.